Banner
ppdb2017Bursa Kerja Khusus
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bermanfaatkah Website sekolah bagi anda
Ragu-ragu
Tidak
Ya
  Lihat
Agenda
18 December 2017
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6

Persyaratan, Aturan dan Prosedur PPDB 2017/2018

Tanggal : 06/10/2017, 15:30:39, dibaca 696 kali.

 Aturan & Prosedur

Halaman ini berisi ringkasan dari aturan dan prosedur versi resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Jawa Tengah. Aturan dan prosedur dalam halaman ini dibuat dengan tujuan agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat.
 
daftar unduhan ppdb online
PERSYARATAN PPDB
 
1. Kelengkapan administrasi yang harus dipenuhi oleh calon peserta didik SMA yang mengikuti PPDB :
 
a. Menyerahkan dokumen aslinya, berupa :
 
Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN) SMP/sederajat.
Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) bagi calon peserta dari keluarga kurang mampu yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah (Camat setempat), dan atau foto copy Kartu Indonesia Pintar dengan menunjukkan aslinya.
Surat keterangan anak guru atau tenaga kependidikan yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah, dan dilengkapi dengan foto copy SK Kepegawaian orang tua siswa yang sudah dilegalisir.
 
 
b. Menyerahkan foto copy dokumen yang sudah dileglisir oleh pejabat yang berwenang dan menunjukkan aslinya, berupa :
 
Ijazah SMP/sederajat atau surat keterangan yang berpenghargaan sama dengan ijazah SMP/ijazah Program Paket B/Ijazah satuan pendidikan luar negeri yang dinilai/dihargai sama/setingkat dengan SMP;
Piagam prestasi tertinggi yang dimiliki dan sesuai kriteria yang ditetapkan;
 
 
c. Menyerahkan foto copy dokumen dan menunjukkan aslinya, berupa :
 
Akta Kelahiran dengan batas usia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada awal tahun pelajaran baru 2017/2018;
Kartu Keluarga (KK) yang menunjukan bahwa calon peserta tersebut telah berdomisili paling sedikit 6 (enam) bulan yang lalu pada saat mengikuti PPDB tahun pelajaran 2017/2018.
 
 
2. Kelengkapan administrasi yang harus dipenuhi oleh calon peserta didik SMK yang mengikuti PPDB :
 
a. Menyerahkan dokumen aslinya, berupa :
 
Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN) SMP/sederajat.
Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) bagi calon peserta dari keluarga kurang mampu yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah (Camat setempat), dan atau foto copy Kartu Indonesia Pintar dengan menunjukkan aslinya.
Surat keterangan anak guru atau tenaga kependidikan yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah, dan dilengkapi dengan foto copy SK Kepegawaian orang tua siswa yang sudah dilegalisir.
Surat Keterangan Sehat dari Dokter Pemerintah.
 
 
b. Menyerahkan foto copy dokumen yang sudah dileglisir oleh pejabat yang berwenang dan menunjukkan aslinya, berupa :
 
Ijazah SMP/sederajat atau surat keterangan yang berpenghargaan sama dengan ijazah SMP/ijazah Program Paket B/Ijazah satuan pendidikan luar negeri yang dinilai/dihargai sama/setingkat dengan SMP;
Piagam prestasi tertinggi yang dimiliki dan sesuai kriteria yang ditetapkan;
 
 
c. Menyerahkan foto copy dokumen dan menunjukkan aslinya, berupa :
 
Akta Kelahiran dengan batas usia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada awal tahun pelajaran baru 2017/2018;
Kartu Keluarga (KK) yang menunjukan bahwa calon peserta tersebut telah berdomisili paling sedikit 6 (enam) bulan yang lalu pada saat mengikuti PPDB tahun pelajaran 2017/2018.
TATA CARA PENDAFTARAN
 
a. Calon peserta didik SMA/SMK dapat mendaftarkan diri secara mandiri melalui internet atau datang langsung pada satuan pendidikan untuk melakukan pendaftaran dengan bantuan operator yang berada pada satuan pendidikan pilihan 1;
 
b. Calon peserta didik SMA/SMK yang berasal dari luar provinsi Jawa Tengah dan atau lulusan tahun sebelumnya wajib datang langsung pada satuan pendidikan yang dituju/pilihan 1 sekaligus melakukan verifikasi berkas.
 
c.Calon peserta didik SMA dapat mendaftarkan diri dengan memilih paling banyak 2 (dua) pilihan peminatan pada 1 (satu) atau 2 (dua) satuan  pendidikan dalam satu kota/kabupaten;
 
d.Calon peserta didik SMK hanya dapat mendaftarkan diri di dua kompetensi keahlian pada satuan pendidikan yang sama (kompetensi keahlian I dan kompetensi keahlian II).
 
e. Calon peserta didik SMA dapat memindahkan pendaftarannya dengan cara mencabut berkas pada satuan pendidikan pilihan I (satu), dan mendaftarkan satuan pendidikan lain yang menjadi pilihan I (satu).
 
f. Calon peserta didik SMK dapat memindahkan pendaftarannya dengan cara mencabut berkas pada satuan pendidikan yang dipilihnya dan menyerahkan pada satuan pendidikan lainnya. Apabila akan merubah pilihan kompetensi keahlian pada satuan pendidikan yang sama cukup dengan mengisi formulir baru (online).
 
g. Pencabutan berkas pendaftaran paling lambat pukul 10.00 WIB pada hari terakhir pendaftaran.
ALUR PENDAFTARAN
 
1. Alur pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru yang mendaftar tidak datang langsung ke satuan pendidikan :
 
a. Calon peserta didik membuka situs internet Penerimaan Peserta Didik Baru SMAN/SMKN Provinsi Jawa Tengah (http://ppdb.jatengprov.go.id);
 
b. Calon peserta didik mencetak hasil pendaftaran yang telah dilakukan melalui internet;
 
c. Calon peserta didik datang ke satuan pendidikan dan menyerahkan tanda bukti pendaftaran berupa print out pendaftaran dan syarat-syarat yang dibutuhkan  untuk dilakukan verifikasi oleh Panitia pendaftaran;
 
d. Calon peserta didik menunggu pengesahan dan penyerahan tanda bukti pendaftaran dari Panitia Pendaftaran;
 
e. Calon peserta didik menerima tanda bukti pendaftaran dari Panitia sebagai bukti saat pendaftaran ulang apabila diterima;
 
f. Calon peserta didik khusus SMK menerima tanda bukti pendaftaran dari Panitia yang akan digunakan untuk mengikuti tes khusus serta bukti pada pendaftaran ulang apabila diterima.
 
 
 
2. Alur pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru yang mendaftar datang langsung ke satuan pendidikan :
 
a. Calon peserta didik menuju satuan  pendidikan pilihan 1 dengan membawa persyaratan yang telah ditetapkan;
 
b. Calon peserta didik dan/atau dibantu oleh operator pada satuan pendidikan melakukan entry data formulir pendaftaran melalui komputer secara online yang disediakan oleh satuan pendidikan;
 
c. Calon peserta didik menyerahkan tanda bukti pendaftaran berupa print out pendaftaran dan syarat-syarat yang dibutuhkan untuk dilakukan verifikasi oleh Panitia Pendaftaran;
 
d. Calon peserta didik  menunggu pengesahan dan penyerahan tanda bukti pendaftaran dari Panitia Pendaftaran;
 
e. Calon peserta didik menerima tanda bukti pendaftaran ulang apabila diterima; dan
 
f. Calon peserta didik khusus SMK menerima tanda bukti pendaftaran dari Panitia yang akan digunakan untuk mengikuti tes khusus serta sebagai bukti pada daftar ulang apabila diterima.
DAYA TAMPUNG, LINGKUNGAN DAN RAYONISASI
 
1. Penetapan Daya Tampung
 
A. Daya tampung SMA/SMK memperhitungkan peserta didik dalam satu rombongan belajar dikalikan dengan jumlah rombongan belajar yang akan diterima, dikurangi dengan jumlah siswa yang tinggal kelas pada tahun pelajaran sebelumnya;
 
B. Jumlah peserta didik pada SMA dan SMK dalam satu rombongan belajar/kelas paling banyak 36 (tiga puluh enam) orang;
 
C. Daya tampung untuk masing-masing satuan pendidikan ditetapkan oleh Kepala Sekolah masing-masing sebagaimana daftar terlampir dan dapat dilihat di aplikasi PPDB Online.
 
 
 
2. Penetapan Lingkungan
 
A. Lingkungan adalah pembagian wilayah berdasarkan tempat tinggal calon peserta didik yang terdekat dalam rangka memberikan kesempatan kepada masyarakat sekitar sekolah untuk mengikuti PPDB.
 
C. Penetapan Lingkungan oleh Kepala Sekolah masing-masing sesuai dengan wilayah RT, RW, Desa/Kelurahan dimana Sekolah berada.
 
D. Daftar Lingkungan Sekolah yang telah ditetapkan oleh Kepala Sekolah masing-masing sebagaimana terlampir dan dapat dilihat di aplikasi PPDB Online.
 
 
 
3. Penetapan Rayonisasi
 
1. Rayonisasi adalah pembagian wilayah berdasarkan tempat tinggal calon peserta didik dalam rangka pemerataan dan perluasan pengembangan satuan pendidikan, serta merupakan rangkaian proses dari seleksi penerimaan peserta didik.
 
2. Pembagian wilayah dalam rayonisasi mempertimbangkan daya tampung dengan jumlah peserta didik, dan sekaligus untuk pemerataan akses dan peningkatan mutu pada wilayah tersebut.
 
3. Klasifikasi rayonisasi terdiri dalam rayon, dalam kota/kabupaten, luar kota/kabupaten, luar provinsi.
 
4. Batasan wilayah rayonisasi dimaksud adalah :
 
    a. dalam Rayon              : wilayah kecamatan dan atau beberapa kecamatan yang telah ditetapkan sesuai  tempat tinggal calon peserta didik dengan satuan pendidikan yang dipilih sebagai tujuan tempat pendaftaran;
 
    b. dalam Kota/Kabupaten :   wilayah kota/kabupaten tempat tinggal calon peserta didik dengan satuan pendidikan yang dipilih sebagai tujuan tempat pendaftaran;
 
    c. luar Kota/Kabupaten     :   wilayah kota/kabupaten yang berada di wilayah Provinsi Jawa Tengah tempat tinggal calon peserta didik dengan satuan pendidikan yang dipilih sebagai tujuan tempat pendaftaran;
 
    d. luar Provinsi                 :   wilayah provinsi di luar Provinsi Jawa Tengah tempat tinggal calon peserta didik dengan satuan pendidikan yang dipilih sebagai tujuan tempat pendaftaran;
 
 
 
5.  Ketentuan rayonisasi Penerimaan Peserta Didik Baru diatur sebagai berikut :
 
     a. penerimaan Peserta Didik Baru dalam rayon paling sedikit 50 persen dari daya tampung satuan pendidikan;
 
     b. penerimaan Peserta Didik Baru dalam kota/kabupaten sebanyak-banyaknya 40 persen dari daya tampung satuan pendidikan;
 
     c. penerimaan Peserta Didik Baru luar kota/kabupaten sebanyak-banyaknya 7 persen dari daya tampung satuan pendidikan;
 
     d. penerimaan Peserta Didik Baru luar provinsi sebanyak-banyaknya 3 persen dari daya tampung satuan pendidikan;
 
6.  Ketentuan rayon sebagaimana tersebut di atas hanya berlaku untuk satuan pendidikan SMA.
 
7. Apabila kuota di dalam rayon tidak terpenuhi akan diisikan oleh calon peserta didik dari dalam kota/kabupaten, luar kota/ kabupaten, luar provinsi.
 
8.  Rayonisasi ditetapkan oleh Kepala Sekolah masing-masing sebagaimana daftar terlampir dan dapat dilihat di aplikasi PPDB Online.
PENETAPAN PEMINATAN
 
1. Berpedoman pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2014 tentang Peminatan Pada Pendidikan Menengah, maka PPDB Tahun Pelajaran 2017/2018 di Provinsi Jawa Tengah untuk SMA dilakukan pemilihan peminatan sejak calon peserta didik melakukan pendaftaran pada proses PPDB.
 
2. Peminatan pada SMA memiliki tujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan kompetensi sikap dan kompetensi pengetahuan peserta didik sesuai dengan minat, bakat dan/atau kemampuan peserta didik.
 
3. Peminatan pada SMA terdiri atas :
 
          a. Peminatan Matematika dan IPA;
 
          b. Peminatan IPS; dan
 
          c. Peminatan Bahasa dan Budaya.
 
4. Setiap calon peserta didik SMA wajib menentukan pemilihan peminatan pilihan 1 (satu) dan peminatan pilihan 2 (dua) pada satuan pendidikan yang dituju.
 
5. Penentuan peringkat peminatan untuk SMA didasarkan atas penghitungan nilai pada nilai UN yang memiliki korelasi dalam mendukung proses pembelajaran peserta didik yang bersangkutan terhadap peminatan yang dipilihnya.
 
6. Rumusan pemeringkatan peminatan diformulasikan dalam rumus/pembobotan dari hasil UN SMP sebagai berikut :
 
    a. Peminatan Matematika dan IPA
 
Mapel IPA                         :   2   point
Mapel Matematika             :   2   point
Mapel Bahasa Inngris        :   1   point
Mapel Bahasa Indonesia    :   1   point
 
 
    b. Peminatan IPS
 
       1.  Mapel Matematika             :   2   point
 
       2. Mapel Bahasa Indonesia     :   2   point
 
       3. Mapel IPA                          :   1   point
 
      4. Mapel Bahasa Inggris          :   1   point
 
 
 
    c. Peminatan Bahasa dan Budaya
 
Mapel Bahasa Inggris        :   2   point
Mapel Bahasa Indonesia    :   2   point
Mapel IPA                         :   1   point
Mapel Matematika             :   1   point
 
 
7.   Jumlah peserta didik yang diterima sesuai peminatan adalah  berdasarkan peringkat tertinggi ke peringkat terendah pada setiap peminatan yang disesuaikan dengan daya tampung setiap peminatan pada satiap satuan pendidikan SMA;
 
8.   Peminatan pada SMK dilaksanakan mengacu pada kompetensi keahlian yang dipilih calon peserta didik pada satuan pendidikan;
SELEKSI DAN NILAI AKHIR
 
A. Seleksi
 
1. Seleksi pada SMA dengan ketentuan:
 
a. menggunakan rayonisasi dengan menunjukkan KK (Kartu Keluarga) di wilayah Kabupaten/Kota masing-masing terhitung paling sedikit 6 (enam) bulan tinggal di Kabupaten/Kota yang bersangkutan sebelum waktu pendaftaran. Ketentuan ini dikecualikan bagi PNS, anggota TNI, anggota POLRI, dan karyawan BUMN yang karena penugasan kepada orang tuanya diberlakukan ketentuan rayonisasi sesuai surat penugasan kepada orang tua yang bersangkutan.
 
b. menggunakan nilai ujian nasional (UN);
 
c. calon peserta didik mendapat tambahan Nilai Kemaslahatan (NK) apabila anak guru atau tenaga kependidikan yang mendaftar pada satuan pendidikan tempat orang tuanya sebagai guru atau tenaga kependidikan, dan/atau anak guru yang mendaftar pada satuan pendidikan bukan tempat orang tuanya sebagai guru;
 
d. calon peserta didik mendapat tambahan Nilai Prestasi (NP) apabila berprestasi di bidang: akademik, olah raga, kesenian, dan bidang ketrampilan baik individu maupun kelompok;
 
e. calon peserta didik mendapat tambahan Nilai Lingkungan (NL) apabila memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) atau bukti lainnya yang diterbitkan oleh pemerintah daerah, dan/atau tempat tinggalnya berada dalam lingkungan satuan pendidikan tempat mendaftar sesuai dengan KK;
 
f. nilai akhir digunakan sebagai dasar peringkat calon peserta didik yang merupakan penjumlahan nilai UN, NK, NP, dan NL;
 
g. apabila terdapat nilai akhir yang sama maka penentuan peringkat mengutamakan :
 
usia calon peserta didik yang lebih tinggi;
pilihan 1 (satu);
dalam rayon;
nilai yang lebih tinggi berdasarkan urutan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA.
h. Setiap satuan pendidikan wajib melaksanakan program ramah sosial dengan cara merekrut siswa miskin yang memiliki minat dan potensi paling sedikit 20 % (dua puluh persen) dari daya tampung.
 
i. Bagi calon peserta didik dari keluarga miskin yang memiliki minat dan potensi diatur sebagai berikut :
 
minimal mempunyai jumlah nilai UN 24 (rata-rata 6,0); dan
bagi calon peserta didik dari keluarga miskin yang tidak memenuhi syarat dan ketentuan pada angka 1. maka dapat mendaftar melalui seleksi umum.
 
 
2. Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru SMK dengan ketentuan:
 
a. tidak berlaku rayonisasi;
 
b. menggunakan nilai UN SMP, dan nilai Tes Khusus (TK);
 
c. calon peserta didik mendapat tambahan Nilai Kemaslahatan (NK) apabila merupakan anak guru atau tenaga kependidikan yang mendaftar pada satuan pendidikan tempat orang tuanya sebagai guru atau tenaga kependidikan, dan/atau anak guru yang mendaftar pada satuan pendidikan bukan tempat orang tuanya sebagai guru;
 
d. calon peserta didik mendapat tambahan Nilai Prestasi (NP) apabila berprestasi di bidang: akademik, olah raga, kesenian, dan bidang ketrampilan baik individu maupun kelompok;
 
e. calon peserta didik mendapat tambahan Nilai Lingkungan (NL) apabila memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan/atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) atau bukti lainnya yang diterbitkan oleh pemerintah daerah, dan/atau tempat tinggalnya berada dalam lingkungan satuan pendidikan tempat mendaftar;
 
f. nilai akhir digunakan sebagai dasar peringkat calon peserta didik yang merupakan penjumlahan pembobotan nilai UN dan TK, NP, NK, dan NL; dan
 
g. apabila terdapat nilai akhir yang sama maka penentuan peringkat mengutamakan:
 
usia calon peserta didik yang lebih tinggi;
pilihan 1 (satu);
nilai tes khusus.
nilai yang lebih tinggi berdasarkan urutan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA;
h. Setiap satuan pendidikan wajib melaksanakan program ramah sosial dengan cara merekrut siswa miskin yang memiliki minat dan potensi paling sedikit 20 % (dua puluh persen) dari daya tampung.
 
i. Bagi calon peserta didik dari keluarga miskin yang memiliki minat dan potensi diatur sebagai berikut :
 
minimal mempunyai jumlah nilai UN 24 (rata-rata 6,0); dan
bagi calon peserta didik dari keluarga miskin yang tidak memenuhi syarat dan ketentuan pada angka 1. maka dapat mendaftar melalui seleksi umum.
 
 
 
 
B. Penetapan Nilai Akhir
 
Penetapan nilai akhir dilakukan setelah keseluruhan proses dilaksanakan, dan merupakan akumulasi dari berbagai komponen penilaian.
 
1. Komponen penilaian untuk penghitungan nilai akhir pada SMA meliputi :
 
          a. Jumlah nilai UN SMP/MTs atau yang sederajat yang telah dibobot sesuai ketentuan (UN);
 
          b. Nilai Kemaslahatan (NK);
 
          c. Nilai Prestasi (NP);
 
          d. Nilai Lingkungan (NL);
 
Berdasarkan komponen penilaian tersebut, selanjutnya diformulasikan ke dalam rumus :
 
NA = UN + NK + NP + NL
 
2. Komponen penilaian untuk penghitungan nilai akhir pada SMK meliputi :
 
          a. Jumlah nilai UN SMP/MTs atau yang sederajat (UN);
 
          b. Nilai Tes Khusus (TK)
 
          c. Nilai Prestasi (NP)
 
          d. Nilai kemaslahatan (NK)
 
          e. Nilai Prestasi (NP)
 
          f. Nilai Lingkungan (NL)
 
Berdasarkan komponen penilaian tersebut, selanjutnya diformulasikan ke dalam rumus :
 
NA = (65% UN + 35 % TK) + NP + NK + NL
 
Jika nilai hasil UN dalam rentang 0 (nol) sampai dengan 100 (seratus) maka nilai UN dikonversi menjadi rentang nilai 0 (nol) sampai dengan 10 (sepuluh).
Jumlah nilai TK pada nilai akhir SMK paling tinggi sebesar 40.
 
 
C.  Penetapan dan Pengumuman Hasil Seleksi
 
1. Penetapan Hasil Seleksi
 
Penetapan peserta didik yang diterima oleh satuan pendidikan dilakukan setelah proses seleksi selesai dilaksanakan;
Penetapan sebagaimana dimaksud di atas dilaksanakan oleh kepala satuan pendidikan dan diumumkan kepada masyarakat.
 
 
2. Pengumuman Hasil Seleksi
 
Penetapan hasil seleksi peserta didik yang diterima diberitahukan melalui pengumuman secara jelas dan terbuka oleh satuan pendidikan yang bersangkutan.
Pengumuman penetapan hasil seleksi satuan pendidikan dilaksanakan secara terbuka melalui internet dan papan pengumuman pada satuan pendidikan.
Pengumuman penetapan hasil seleksi satuan pendidikan berisi tentang: nomor pendaftar, nama calon peserta didik, asal satuan pendidikan, nilai UN, nilai tes khusus (untuk SMK), NK, NP, NL. jumlah nilai, dan peringkat hasil seleksi pada satuan pendidikan.
DAFTAR ULANG
 
a. Peserta didik yang diterima di satuan pendidikan wajib melakukan daftar ulang, dan bagi yang tidak mendaftar ulang dianggap mengundurkan diri.
 
b. Persyaratan daftar ulang bagi peserta didik yang dinyatakan diterima adalah sebagai berikut:
 
          1. Menunjukkan kartu pendaftaran asli;
 
          2. Menunjukkan Ijazah / Surat Keterangan Yang Berpeng-hargaan Sama (SKYBS) asli;
 
          3. Lain-lain yang ditentukan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan.
 
c. Daftar ulang hanya berlaku untuk peserta didik baru.
 


Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :

Pengirim : Mahesa Aziz Alfatih -  [Mahesa.aziz25@gmail.com]  Tanggal : 13/06/2017
Sekolahannya menarik


   Kembali ke Atas